<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=14150517&amp;blogName=bubble+pop+electric+gurl&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://popelectric.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://popelectric.blogspot.com/&amp;vt=4186846329300409526" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
about me ♥
NAME(:
profile
wishlist
fanlistings

links ♥
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:
LINK(:

credits ♥
vintageGLITTER
TingShan((:
-br0kennsmiile*
BRUSH { i }
BRUSH { ii }
BRUSH { iii }


tagboard ♥
tagboard here; cbox(:
Monday, August 22, 2005
12:20 AM

ENTAH

entah apa sepertinya
apa aku akan menjadi eksis di matamu
atau cuma seperti detik di siang bolong
saat matahari memberikan bayang saat aku berjalan
setelahnya dipukul 6 semua akan menjadi dingin
tak lagi hangat, tiada bayangan terang
terjadi cuma samar seperti arang yang siap menjadi abu
sekali disentuh maka semua jadi rapuh

entah apa sepertinya
apa aku akan menjadi eksis di matamu
sementara aku kadang ada kadang tidak
bergelut dengan waktu yang romantis
tak ada sesiapa cuma aku
nyata saat tiada pun kamu
begitu menikmati detik demi detik
bukan merangkainya menjadi karangan bunga
yang hadir saat aku terkubur
atau jangan-jangan,
aku memang sedang merangkainya?
mempersiapkan diriku sebagai persembahan kematian

entah apa sepertinya
apa aku cukup eksis di matamu
terus terang aku seperti karang
ombak menjadi air mandi shower kencang
pasir seperti facial scrub
ya, pasir
seperti ini mungkin bisa menghilangkan galau
tajam..menikam..menancap..
mungkin lama kelama aku menjadi kuat
menghadapi badai seperti tetes embun saja
embun yang romantis
kegalauan yang juga romantis
dikuasai waktu yang romantis
duh..kupikir ini bakal jadi ironis

entah apa sepertinya
apa aku cukup eksis di matamu
tentu saja bukan aku yang bisa menjawab
tanpa menuliskan kenarsisan
ini bukan termaktub seperti itu
karena aku entah
kalau iya aku juga tak berbangga lebih
jika tidak ya mungkin karena aku sudah duluan entah

entah apa sepertinya
apa aku cukup narsis di matamu?
oh pertanyaanku mulai salah
maksudku apa aku cukup eksis di matamu
bila aku asik bergelut dengan waktu
mematut diri pada kerja
itu bukan narsis sepertinya
karena aku merasa nyaman
bukan keras kepala juga
tapi karena aku menggunakan kepala untuk mikir
bukan juga karena aku keras hati
karena aku masih menyimpan hati untuk diberikan padamu

tapi,
apakah aku memang benar eksis di matamu?

aku bilang,
kalau besok nanti aku pergi
sebagaimana aku masih menamai diriku sebagai entah
maka aku tak punya jawabnya
karena aku memang tak pernah mengumandangkan tanya seperti deklamasi berapi-api
karena aku entah
entah anak yang pemalu
entah anak yang pendiam
entah anak yang malas bersosialisasi
entah anak yang bodoh
entah anak yang merasa sudah nyaman bila dikuasai waktu
entah..

entah aku benar eksis di matamu
di mata dunia
di mata kawan
di mata sekitar

entah di mataku
karena mataku tak mampu memandang seluruh diri
bukan pada kaca, itu maya
karena aku nyata

(menuju tengah malam)


;the end