12:20 AM
ENTAH
entah apa sepertinya
apa aku akan menjadi eksis di matamu
atau cuma seperti detik di siang bolong
saat matahari memberikan bayang saat aku berjalan
setelahnya dipukul 6 semua akan menjadi dingin
tak lagi hangat, tiada bayangan terang
terjadi cuma samar seperti arang yang siap menjadi abu
sekali disentuh maka semua jadi rapuh
entah apa sepertinya
apa aku akan menjadi eksis di matamu
sementara aku kadang ada kadang tidak
bergelut dengan waktu yang romantis
tak ada sesiapa cuma aku
nyata saat tiada pun kamu
begitu menikmati detik demi detik
bukan merangkainya menjadi karangan bunga
yang hadir saat aku terkubur
atau jangan-jangan,
aku memang sedang merangkainya?
mempersiapkan diriku sebagai persembahan kematian
entah apa sepertinya
apa aku cukup eksis di matamu
terus terang aku seperti karang
ombak menjadi air mandi shower kencang
pasir seperti facial scrub
ya, pasir
seperti ini mungkin bisa menghilangkan galau
tajam..menikam..menancap..
mungkin lama kelama aku menjadi kuat
menghadapi badai seperti tetes embun saja
embun yang romantis
kegalauan yang juga romantis
dikuasai waktu yang romantis
duh..kupikir ini bakal jadi ironis
entah apa sepertinya
apa aku cukup eksis di matamu
tentu saja bukan aku yang bisa menjawab
tanpa menuliskan kenarsisan
ini bukan termaktub seperti itu
karena aku entah
kalau iya aku juga tak berbangga lebih
jika tidak ya mungkin karena aku sudah duluan entah
entah apa sepertinya
apa aku cukup narsis di matamu?
oh pertanyaanku mulai salah
maksudku apa aku cukup eksis di matamu
bila aku asik bergelut dengan waktu
mematut diri pada kerja
itu bukan narsis sepertinya
karena aku merasa nyaman
bukan keras kepala juga
tapi karena aku menggunakan kepala untuk mikir
bukan juga karena aku keras hati
karena aku masih menyimpan hati untuk diberikan padamu
tapi,
apakah aku memang benar eksis di matamu?
aku bilang,
kalau besok nanti aku pergi
sebagaimana aku masih menamai diriku sebagai entah
maka aku tak punya jawabnya
karena aku memang tak pernah mengumandangkan tanya seperti deklamasi berapi-api
karena aku entah
entah anak yang pemalu
entah anak yang pendiam
entah anak yang malas bersosialisasi
entah anak yang bodoh
entah anak yang merasa sudah nyaman bila dikuasai waktu
entah..
entah aku benar eksis di matamu
di mata dunia
di mata kawan
di mata sekitar
entah di mataku
karena mataku tak mampu memandang seluruh diri
bukan pada kaca, itu maya
karena aku nyata
(menuju tengah malam)
;
the end
5:26 AM
Tentang Sepihah...
cuaca sedang tak berkawan
dalam hati sudah muncul awan-awan
menyelimuti
tak ingin pergi
Leia seperti mati
Bono sudah pergi
Fabi akan datang kembali
Leia duduk menepi
sebuah rumah sunyi kehilangan penghuni
bahkan penulis itu sudah tak peduli lagi...
Penulis kepada Leia :
sekali aku meminta tolonglah di maafkan. pikiranku bercabang, aku kira ini akan mudah. ternyata semua bagai awang-awang.
aku ingin kau tetap hidup, sejalan dengan aku menyalakan mimpi tentang lain.
Tunggu Leia..nanti aku kembali menulis tentangmu...
sekarang hidupku terlalu sempit, tak bisa menempati ruang menguak tentang jalanmu.
Nanti suatu hari, akan kuselesaikan jalanmu.
Tenang, Bono, tak mati...cuma pergi sekali hari
Kau akan bermain dengan Fabi, kuhadirkan dia untukmu
Sekali lagi aku meminta, sekali ingin aku minta maaf
;
the end
12:23 AM
Di Sudut Sebuah LingkaranLeia terbangun dari mimpi
tersengal nafasnya, mungkin mimpi yang tak diinginkan
Segera ia ke kamar mandi
berkaca dan membuka keran washtafel
membasuh mukanya
sejenak ia berpikir
si pencipta Leia, pernah air matanya sederas air keran
cuma ia tak bilang kenapa
orangnya susah diajak bicara
Lamat-lamat Leia mendengar sebuah percakapan
dari balik pintu tertutup rapat
kau boleh mengikutikumelakukan apa saja sesuai ke-Maha-an Muterserah berada di sudut mana saja mengintaikusesaat tunggu sejenakaku ingin menangis di sebuah sudut sebuah lingkaranLeia membuka pintu sedikit,
tak melihat kawan dari si pencipta
dia sendirian
menangis di sudut sebuah lingkaran
Leia menutup rapat pintu kembali
ada yang tak ia mengerti
;
the end
12:03 AM
Empat Jam dalam empat jam apa yang bisa kulakukan?
aku tidak bisa membunuh malam
maka aku larut di dalamnya
malam memutar-mutar waktu yang kurasa di situ-situ saja
aku mau keluar
dia menahan-nahan
aku mau teriak
dia pasang peredam suara
aku bisa apa dalam waktu empat jam?
ternyata malam sudah turun menjadi dini
sebentar matahari kan terbit
aku lelah
tapi aku terus berjalan
sampai kapan?
kukira bukan waktu yang lama lagi
;
the end
1:21 AM
Leia kepada Bono tentang Heroin pahlawan ciumanmu
Leia : kenapa aku masih memikirkannya?
Bono : karena kamu punya sel otak
Leia : aku tak ingin jawaban teoritis
Bono : kamu harus tahu bahwa otakmu bekerja
Leia : aku merindukannya
Bono : kau mengkhayalinya
Leia : dia heroin bagiku
Bono : pahlawan ciuman mu
Leia : semacam candu kumenagih terus
Bono : tagihan janji yang tak ia tepati
Leia : dia meninggalkanku
Bono : dan sekarang heroinmu itu mencium perempuan lain
Leia : aku tak ambil peduli
Bono : karena heroinmu tak peduli padamu
Leia : dia terus ku khayal
Bono : kau kenyataan, dan heroinmu mengejar perempuan khayalannya
Leia : aku tak bisa berkata apa
Bono : kau cuma berkata ingin bersamanya lagi, dan itu cuma dalam hati
Leia : dia menjadi morfin memabukkan
Bono : menyakitimu
Leia : aku memikirkannya
Bono : kau tak boleh mabuk lagi
telepati Leia kepada Bono yang tak pernah sampai..
ijinkan aku mabuk sedikit saja..
vodka, tequila pun tak mengapa
tapi kalau heroin, candu, dan morfin kembali
apakah boleh kupikir ia akan kembali memabukkan?
walau itu tak kan terjadi lagi
;
the end